PELIHARAANKU
Pada suatu hari, Opick
melihat temannya memelihara 2 Ayam Kate yang
berkelamin Jantan dan Betina. Opick pikir itu hal yang menarik bila
memelihara Ayam yang berpasangan sehingga Opick akan mendapatkan keuntungan
telur dari pasangan Ayam tersebut,Opick mencoba berbicara kepada Orang tuanya
untuk memperbolehkan memelihara Ayam sekaligus meminta uang buat beli Ayam.
Setelah dirundingkan Ibunya
Opick mengatakan bahwa “ Akan Ibu belikan Ayam -pasang untukmu tetapi dengan
satu syarat kau harus merawat ayam tersebut dengan baik, apakah kau mau
melakukannya? ”. tanpa banyak pikir Opick langsung menganggukkan kepala dan
tersenyum senang. Dan melihat keluar rumah serasa berkata kepada dunia “ Aku
siap -untuk melihat Ayam peliharaanku yang akan datang ”.
Keesokan harinya, Ayahnya
Opick datang kepadaku dan berkata “ ikutlah keluar - dengan Ayah ”, Opick pikir
mungkin Ayahnya akan membelikan Ayamnya sekarang dan Opickpun langsung duduk
siap dibelakang motor Ayahnya yang akan siap keluar. “ Grrreng Grreng
Grreng ” bunyi suara motor yang akan
siap pergi, dengan raut muka Opick yang ingin cepat sampai tujuan dan berkata
kepada Ayahnya “ Ayo jalan Ayah! ”.
Ayahnya hanya tersenyum nakal lalu mengatakan “ Ayo kita pergi, pegangan yang
kuat Ayah akan mengendarai dengan kecepatan tinggi! ”. setelah sampai tujuan
Opick kebingungan dengan tempat yang dia lihat didepan matanya dan menimbulkan
banyak pertanyaan didalam matanya, Ayahnya tahu melihat raut muka anaknya yang
kebingungan dengan tempat yang mereka kunjungi. Ayahnya mengajaknya ketempat toko
bunga. “ Nak, kau masih ingat sekarang hari spesial siapa? ”. mendengar
pertanyaan Ayahnya sontak air mata Opick menetes di pipi meronanya dengan
mengatakan “Sekarang hari ulang tahun Ibu, kupikir kita keluar ingin beli (
tiba-tiba mengalihkan pembicaraan ) ah sudahlah yang penting kita harus beli
bunga mawar putih kesukaan Ibu ”. Ayahnya tahu apa maksud pemotongan
pembicaraan tadi hanya saja Ayahnya pura-pura tidak tahu yang dibicarakan
Anaknya.
Sesaat dirumah Opick
melihat Ibunya sedang duduk diteras dengan raut muka sedih, Opick langsung
menghampiri Ibunya “ ada apa Bu? ” ( menanyakan dengan rasa khawatir ).
“sewaktu dijalan Ibu melihat ada jual Ayam Kate lalu Ibu membeli Ayam sepasang
dengan rasa senang Ibu terburu-buru lari membawa Ayam itu tiba-tiba ada yang
menyerempet Ibu sampai Ayamnya terlempar ditengah jalan dan Ada mobil lewat ”
(dengan rasa kecewa ).
“ Sudah jangan dipirkan Bu, sekarangkan hari spesial Ibu ( dengan memeluk
Ibunya) Happy birthday Ibu semoga Ibu tetap sehat selalu ”. dibalik senangnya
didalam hatinya tersimpan kekecewaan karna Opick berpikir tidak akan bisa
memelihara Ayam yang seperti diharapkannya. Tiba tiba Ayahnya menepuk pundak
Opick hanya untuk menenangkan hatinya yang sedang galau.
Seminggu kemudian Opick
sudah melupakan keinginannya tersebut, Opick melakukan aktivitas biasa seperti
tidak apa-apa dalam hidupnya. Ibunya dan Ayahnya mempunyai rencana untuk
membelikan Ayam untuk Opick lagi tanpa sepengetahuan Opick, rencananya adalah
Ayahnya akan membuat rumah Ayam diatas rumah. Semua rencana sudah terlaksana
keesokan harinya dan hanya tinggal Opick saja untuk melengkapi sukses
rencananya Orang tua Opick. Sesaat Setelah pulang bermain Opick pulang dengan
rasa lelah dan menyapa Orang tuanya “ Assalamu’alaikum ”. dan Ayahnya meminta
bantuan untuk menjemur baju “ Nak
tolong Ayah ”. “ iya Ayah, tapi Ayah kenapa kita naik ke atas kan biasanya
jemur didepan rumah ” ( dengan rasa curiga ). Ayahnya hanya tersenyum saja melihat
Anaknya yang kebingiungan, walaupun kebingungan Opick tetap mengikuti Ayahnya
menuju atas rumah. Sesampai diatas Opick melihat rumah kecil dipojokan lalu
Opick menghampiri rumah tersebut dan membuka ternyata isinya sepasang Ayam
Kate. “ Ayah terima kasih, Ibuuuu - (
turun kebawah menghampiri Ibunya) terima kasih Ibu ”. Disaat itulah momen yang
terindah Opick dan keluarganya memelihara Ayam Kate dengan hati yang gembira
menunggu Ayam betina bertelur.
-SELESAI-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar