Rabu, 19 Maret 2014

MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH DALAM KONTEKS BELAJAR



MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH DALAM KONTEKS BELAJAR
A.   Menyimak dan Memahami Informasi
Menyimak adalah informasi berupa lisan menggunakan pendengaran. Tujuannya untuk menangkap isi serta memahami makna informasi. Contoh ketika murid mendengarkan pelajaran dari guru didepan kelas.
Praktik menyimak Lisan perlu memerhatikan langkah-langkah berikut :
1.      Simaklah rekaman/ wacana yang disajikan.
2.      Buatlah catatan-catatan yang spesifik
3.      Cocokkan catatan kamu dengan ingatan pendengaranmu.
4.      Simpulkan hasil simakan kamu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimak wacana secara efektif :
1.      Kesiapan fisik dan mental.
Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor pendorong kegiatan menyimak, pikiran yang jernih menyebabkan penyimak dapat berkonsentrasi secara optimal.
2.      Motivasi dan kesungguhan.
Motivasi yang tinggi dan kesungguhan yang prima dibutuhkan untuk memotivasi dirimenjadi penyimak ideal.
3.      Objektif dan menghargai pembicaraan.
Penyimak bukan semata-mata melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang dibicarakannya.
4.      Menyimak secara menyeluruh, namun selektif.
Penyimak yang baik akan menyimak secara lengkap namun cukup pandai memilih bagian penting yang perlu  dicatat.
5.      Tanggap situasi dan kenal arah pembicaraan.
       Penyimak perlu mengenal situasi pembicaraan, cepat menyesuaikan diri dan memahami gaya pembicaraan.
6.      Kontak dengan pembicara.
       Penyimak perlu mengadakan kontak dengan pembicara melalui perhatian, senyuman, anggukan, atau tanda simpati lain.
7.      Merangkum isi pembicaraan.
Penyimak hendaknya dapat menangkap pembicaraan dan menyusun hasil simakan sebaik-baiknya.
8.      Menilai dan menanggapi hasil pembicaraan.
       Setelah selesai menyimak, penyimak dapat memberi tanggapan yang tepat berupa penilaian dan respon positif.
Informasi hasil simakan disampaikan dalam bentuk verbal maupun nonverbal.
1.      Informasi verbal           : Informasi yang disampaikan secara lisan maupun tulisan atau
                                       dinyatakan dengan kata-kata maupun kalimat. Informasi ini lebih
                                       mudah dicerna dan dipahami.
2.      Informasi nonverbal     : Informasi yang disajikan dengan bentuk visual seperti gambar,
                          Bagan (gambar rancangan/ skema), grafik (pasang-surut suatu -                                   hasil dengan garis/ gambar), diagram (gambaran sketsa), matriks
                          (susunan dalam lajur dan jajaran), denah (rancangan suatu -                                         letak), dan tabel (daftar data informasi menggunakan baris dan -
                          kolom).
B.   Mengubah Informasi Verbal menjadi Nonverbal
     Penyajian informasi verbal saja dalam komunikasi dirasa kurang efektif, untuk memudahkan
     diperlukan penjelasan tambahan berupa informasi nonverbal.
     Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengubah informasi verbal menjadi informasi
     nonverbal, yaitu :
1.      Mencermati isi dan sifat informasi dengan seksama.
2.      Menentukan efektif tidaknya informasi agar bisa dipahami.
3.      Memilih bentuk visual yang tepat, apakah grafik, bagan, atau tabel.
4.      Berikan warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan dan membedakan data-datanya.
5.      Membuat visualisasi yang tepat untuk informasi tersebut.
Mengubah Informasi Nonverbal menjadi Verbal
Di buku paket kalian sekarang tidak ada, tetapi saya ambil ini dari catatan buku paket kita saat duduk di kelas 1.
Suatu kegiatan mengubah lambang-lambang visual kedalam bahasa verbal.
     Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengubah informasi nonverbal menjadi informasi
     verbal, yaitu :
1.      Memperhatikan secara keseluruhan.
2.      Membaca judul dan subjudul.
3.      Mencermati lambang-lambang nonverbal yang ada.
4.      Mencermati kata-kata, frasa (gabungan dua kata/lebih yang bersifat non predikat contoh taman bacaan dan pemeran), atau angka-angka dalam informasi nonverbal.
5.      Menafsirkan hubungan makna antarbagian serta hubungan makna secara menyeluruh.
6.      Merumuskan hubungan makna antarbagian dalam bentuk verbal.
7.      Merumuskan simpulan.

C.   Penyimpulan
     Setelah memperoleh informasi, kita harus dapat mengolahnya dan membuat sebuah
     kesimpulan. Tujuannya untuk memahami secara mendalam maksud dan tujuan informasi
     yang sudah kita terima.
    
Ada 3 jenis kesimpulan yaitu :
1.    Kesimpulan Deduktif          : Kesimpulan yang dimulai dari fakta umum (inti permasalahan)
                                                  lalu dilanjutkan dengan kalimat-kalimat penjelas.
                                                  (Umum         Khusus)
2.    Kesimpulan Induktif           : Kesimpulan yang dimulai dari kalimat-kalimat penjelas dan
  diakhiri dengan fakta umum. (Khusus         Umum)
3.    Kesimpulan Campuran       : Kesimpulan yang dimulai dari fakta umum diikuti kalimat-kalimat
                                                  penjelas berupa bukti-bukti, contoh, dan diakhiri dengan
                                                  pernyataan penegas. (Umum          Khusus         Penegas)
Dalam mengungkap kesimpulan informasi yang kita peroleh dapat berupa fakta dan opini yang dipakai sebagai pendukung.
Tujuannya untuk saling melengkapi, oleh karena itu diperlukan kecermatan dan ketelitian untuk menentukan informasi yang berupa fakta atau opini.
1.      Fakta : Suatu hal nyata, benar-benar terjadi serta dapat dibuktikan kebenarannya.
2.      Opini : Pendapat seseorang mengenai seseorang atau suatu hal, yang kebenarannya masih perlu diuji.



           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar