MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH DALAM
KONTEKS BELAJAR
A. Menyimak
dan Memahami Informasi
Menyimak adalah informasi berupa lisan menggunakan pendengaran. Tujuannya
untuk menangkap isi serta memahami makna informasi. Contoh ketika murid
mendengarkan pelajaran dari guru didepan kelas.
Praktik menyimak Lisan perlu memerhatikan langkah-langkah berikut :
1.
Simaklah rekaman/ wacana yang disajikan.
2.
Buatlah catatan-catatan yang spesifik
3.
Cocokkan catatan kamu dengan ingatan pendengaranmu.
4.
Simpulkan hasil simakan kamu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam menyimak wacana secara efektif :
1.
Kesiapan fisik dan mental.
Kesehatan fisik dan mental menjadi faktor pendorong kegiatan menyimak,
pikiran yang jernih menyebabkan penyimak dapat berkonsentrasi secara optimal.
2.
Motivasi dan kesungguhan.
Motivasi yang tinggi dan kesungguhan yang prima dibutuhkan untuk memotivasi
dirimenjadi penyimak ideal.
3.
Objektif dan menghargai pembicaraan.
Penyimak bukan semata-mata melihat siapa yang berbicara tetapi apa yang
dibicarakannya.
4.
Menyimak secara menyeluruh, namun
selektif.
Penyimak yang baik akan menyimak secara lengkap namun
cukup pandai memilih bagian penting yang perlu
dicatat.
5.
Tanggap situasi dan kenal arah
pembicaraan.
Penyimak
perlu mengenal situasi pembicaraan, cepat menyesuaikan diri dan memahami gaya
pembicaraan.
6.
Kontak dengan pembicara.
Penyimak perlu mengadakan kontak dengan
pembicara melalui perhatian, senyuman, anggukan, atau tanda simpati lain.
7.
Merangkum isi pembicaraan.
Penyimak hendaknya dapat menangkap pembicaraan dan
menyusun hasil simakan sebaik-baiknya.
8.
Menilai dan menanggapi hasil
pembicaraan.
Setelah
selesai menyimak, penyimak dapat memberi tanggapan yang tepat berupa penilaian
dan respon positif.
Informasi hasil simakan disampaikan
dalam bentuk verbal maupun nonverbal.
1.
Informasi verbal : Informasi yang disampaikan secara lisan maupun tulisan
atau
dinyatakan dengan kata-kata maupun kalimat.
Informasi ini lebih
mudah dicerna dan dipahami.
2.
Informasi nonverbal : Informasi yang disajikan dengan bentuk
visual seperti gambar,
Bagan (gambar rancangan/ skema), grafik
(pasang-surut suatu -
hasil dengan garis/ gambar), diagram (gambaran sketsa), matriks
(susunan dalam lajur dan jajaran), denah
(rancangan suatu -
letak), dan tabel (daftar data informasi menggunakan baris dan -
kolom).
B. Mengubah
Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Penyajian
informasi verbal saja dalam komunikasi dirasa kurang efektif, untuk memudahkan
diperlukan
penjelasan tambahan berupa informasi nonverbal.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan untuk mengubah informasi verbal menjadi informasi
nonverbal,
yaitu :
1.
Mencermati isi dan sifat informasi
dengan seksama.
2.
Menentukan efektif tidaknya informasi
agar bisa dipahami.
3.
Memilih bentuk visual yang tepat, apakah
grafik, bagan, atau tabel.
4.
Berikan warna, lambang, atau bentuk
untuk menggambarkan dan membedakan data-datanya.
5.
Membuat visualisasi yang tepat untuk
informasi tersebut.
Mengubah
Informasi Nonverbal menjadi Verbal
Di buku
paket kalian sekarang tidak ada, tetapi saya ambil ini dari catatan buku paket
kita saat duduk di kelas 1.
Suatu
kegiatan mengubah lambang-lambang visual kedalam bahasa verbal.
Hal-hal
yang perlu diperhatikan untuk mengubah informasi nonverbal menjadi informasi
verbal,
yaitu :
1.
Memperhatikan secara keseluruhan.
2.
Membaca judul dan subjudul.
3.
Mencermati lambang-lambang nonverbal
yang ada.
4.
Mencermati kata-kata, frasa (gabungan
dua kata/lebih yang bersifat non predikat contoh taman bacaan dan pemeran),
atau angka-angka dalam informasi nonverbal.
5.
Menafsirkan hubungan makna antarbagian
serta hubungan makna secara menyeluruh.
6.
Merumuskan hubungan makna antarbagian
dalam bentuk verbal.
7.
Merumuskan simpulan.
C. Penyimpulan
Setelah
memperoleh informasi, kita harus dapat mengolahnya dan membuat sebuah
kesimpulan.
Tujuannya untuk memahami secara mendalam maksud dan tujuan informasi
yang sudah
kita terima.
Ada 3 jenis kesimpulan yaitu :
1. Kesimpulan
Deduktif : Kesimpulan yang
dimulai dari fakta umum (inti permasalahan)
lalu dilanjutkan dengan kalimat-kalimat
penjelas.
2. Kesimpulan
Induktif : Kesimpulan yang
dimulai dari kalimat-kalimat penjelas dan
3. Kesimpulan
Campuran : Kesimpulan yang dimulai
dari fakta umum diikuti kalimat-kalimat
penjelas berupa bukti-bukti, contoh, dan
diakhiri dengan
Dalam mengungkap kesimpulan informasi yang kita
peroleh dapat berupa fakta dan opini yang dipakai sebagai pendukung.
Tujuannya untuk saling melengkapi, oleh karena itu
diperlukan kecermatan dan ketelitian untuk menentukan informasi yang berupa
fakta atau opini.
1.
Fakta : Suatu hal nyata, benar-benar
terjadi serta dapat dibuktikan kebenarannya.
2.
Opini : Pendapat seseorang mengenai
seseorang atau suatu hal, yang kebenarannya masih perlu diuji.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar