Untuk menemukan makna hidup yang benar, maka kita perlu merujuk ke rujukan yang dijamin kebenarannya yang tiada lain adalah Al Quran yang merupakan firman Allah Yang Menghidupkan semua manusia dan Hadist yang terkandung dalam ucapan dan perbuatan Rosul.
Pertama: Hidup Adalah Ibadah
bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56)
Kedua: Hidup Adalah Ujian
Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah [2]:155-156 sbb,
“dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”
Dari Anas bin Malik Mendengar
Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah berfirman : “Apabila Aku menguji hambaku dengan kedua kesayangannya lalu ia bersabar maka Aku menggantikannya dengan sorga”. (Hadits ditakhrij oleh Bukhari).
Ketiga: Kehidupan di Akhirat Lebih Baik dibanding Kehidupan di Dunia
QS Adh Dhuha [93]:4, “dan sesungguhnya hari kemudian (akhirat) itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”
Keempat: Hidup Adalah Sementara
Dalam QS Al Mu’min [40]:39, Allah berfirman, “Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.“
~ Hadist Sayidina Ali Karamallahu Wajhah
Tiada sholat yang sempurna tanpa jiwa yang
khusyu’.
Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’.
Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.
Tiada puasa yang sempurna tanpa mencegah diri daripada perbuatan yang sia-sia.
Tiada kebaikan bagi pembaca al-Qur’an tanpa mengambil pangajaran daripadanya.
Tiada kebaikan bagi orang yang berilmu tanpa memiliki sifat wara’.
Tiada kebaikan mengambil teman tanpa saling sayang-menyayangi.
Imam Ibnu Katsir –rahimahullah- berkata, “Firman
Allah, “Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan
kamu secara main-main (saja)?” “Apakah kaling menyangka bahwa kalian
diciptakan tanpa maksud, tujuan dan hikmah?” “Firman Allah, “bahwa kamu
tidak akan dikembalikan kepada Kami?” “Tidak dikembalikan ke negeri
akhirat?” (Tafsir Al Qur`an Al Adzim: 5/500)
Hadist Dari Anas r.a.
Nabi saw bersabda, "Ya
Allah,sesungguhnya tidak ada kehidupan yang sebenarnya kecuali kehidupan
akhirat."
(Bukhari - Muslim)
(Bukhari - Muslim)
Jika muncul dalam benak kita pertanyaan, “lalu, mengapa
Allah memerintahkan kita untuk beribadah?” Alasan-alasan berikut mudah-mudahan
semakin dapat meyakinkan kita mengapa kita harus beribadah kepada Sang Pencipta
kita, Allah subhaanahu wa ta’aala.
Kalimat hikmah : “agar selamat dan
berkah, Hiduplah SEKEDARnya saja,
TAPI jangan hidup SEKEDAR hidup hingga
tidak tahu arti tujuan hidup”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar