Selasa, 19 November 2013

Lomba Mading Detcon di PTC





            Hari Jum’at, 15 November 2013 saya menghadiri pembukaan lomba mading 2D 3D yang diikuti oleh seluruh perwakilan pelajar SMP, SMA/SMK Negeri/Swasta se-Jawa Timur di Pakuwon Trade Centre (PTC). Melihat dari dekat hasil kreativitas masing-masing pelajar, saya benar-benar merasa kagum. Karya-karya mereka pantas diacungkan jempol. Baik pelajar putra maupun putri. Tahun ini Deteksi mau mengajak semua anak muda untuk bermain melalui lomba mading 2D dan 3D yang bertemakan “Lets Play”, dan pastinya semua permainan yang ada di sscc ballroom pakuwon surabaya tidak kalah seru dengan permainan-permainan di luar sana yang lebih mengunakan mesin terbaru, dan tentu saja memang hasil karya anak bangsa.
Mading yang unik, itulah yang saya incar untuk tugas Bahasa Indonesia kali ini, Sekolah SMAN 1 Bojonegoro inilah target yang saya wawancarai untuk ditelusuri lebih lanjut. Mereka beranggotakan 10 orang yaitu Amalia sebagai Ketua Jurnalis, Aya, Desi, Sely, Agatha,  Bagas, Dwiky, Iam, Fajar dan Asep. Set Up Your Future merupakan judul mading 3D yang digunakan oleh SMA 1 Bojonegoro. Mading mereka menggambarkan bagaimana meraih masa depan yang cerah, artikel artikel yang membuat orang terinspirasi, serta dekorasi mading yang mendukung untuk masa depan. Meskipun lokasi sekolah mereka berada di daerah yang  jauh dari kota Surabaya tempat diselenggarakannya Deteksi-Con, tim mading SMA 1 Bojonegoro tetap semangat dan pantang menyerah.
Mading SMA 1 Bojonegoro tak hanya dikerjakan oleh tim mading saja, namun mereka juga mendapat bantuan dari guru pendamping, OSIS, bahkan hingga alumni. Mading yang berjudul Set Up Your Future itu berbentuk balok besar, berwarna gelap. Disebelah kanan dan kiri pengunjung terdapat tombol tombol terbuat dari mangkuk kecil yang didalamnya berisi lampu, disamping tombol itu ada beberapa pertanyaan yang dibagi dalam 3 kotak, lalu juga ada lampu berwarna putih. Dibawah lampu putih tersebut terdapat artikel yang berisi masa depan, lalu di bagian depan pengunjung  juga ada benda berbentuk setengah bola bergambarkan bumi, yang dapat membuka dan menutup. Salah satu rintangan yang mereka hadapi saat pengerjaan yaitu, masalah teknis. Mading yang mereka buat memiliki teknisi yang cukup rumit. Pengeluaran untuk mading tersebut berkisaran 5 juta rupiah dengan waktu penyelesaian selama 1 bulan mading tersebut 100% jadi. Kerjasama tim sangat dibutuhkan agar mading yang mereka buat sesuai dengan rencana.



Cara bermain mading tersebut tidak terlalu sulit. Pertama, pengunjung mengambil pertanyaan yang berada di kotak no 1, pilihan jawabannya A dan B. Jika memilih jawaban A tekan tombol di sebelah kanan depan pengunjung, jika memilih jawaban B tekan tombol di sebelah kiri depan pengunjung. Setelah pertanyaan 1 selesai dijawab, lanjut ke pertanyaan ke 2, lalu pertanyaan ke 3. Lalu dilanjutkan dengan menekan tombol yang ada di kanan pengunjung, tekan sesuai dimana lampu menyala. Beberapa detik kemudian, setengah bola dengan bergambarkan bumi akan memberikan kesimpulan dari pertanyaan yang telah dijawab. Jika yang terbuka sisi kiri, akan terihat masa depan yang cerah. Jika yang terbuka sisi kanan, akan terlihat masa depan yang suram. Saya juga mencoba memainkannya dan saya mendapat pertanyaan seperti “Bila anda ingin menulis Anda lebih memilih memakai?”di jawabannya ada pilihan A. Pensil dan B. Bolpoin, saya memilih “Bolpoin”, pertanyaan selanjutnya “apa yang anda ambil?” dijawabannya ada pilihan A. Waktu dan B. Peluang, saya memilih “Peluang”, pertanyaan terakhir “Apa yang anda lakukan sekarang dimasa depan?” di jawabannya ada pilihan A. Menanti dan B. Berusaha. Diantara jawaban yang saya pilih hanya 2 yang benar, setelah itu Kak Fajar membuka setengah Bumi sebelah kiri dan itu terlihat tulisan “Good Future” kata Kak Fajar ramalan dimasa depan saya terlihat masa depan yang cerah. Seketika itu yang bersemangat untuk menyapa di hari esok dan seterusnya. Permainan yang menyenangkan dan membuat orang frustasi.
Rintangan yang mereka hadapi saat pameran berlangsung yaitu penjagaan mading. Karena mading yang mereka buat harus dijaga setiap hari agar mading itu aman, tim yang menjaga mading harus rela untuk kost di daerah dekat PTC. Semua anggota tim tidak ada yang bermasalah dan itu membuat pengerjaan mading menjadi lebih lancar. Perjuangan yang telah mereka lakukan dapat menjadi pelajaran bagi semua. Mulai dari pengerjaan, hingga saat pameran mading Deteksi Con yang berlangsung tanggal 8-17 November 2013. Apapun masalah yang dihadapi, yang terpenting adalah kerjasama tim, pantang menyerah, dan selalu semangat.
Setelah berbincang-bincang banyak dengan salah satu murid SMAN 1 Bojonegoro (Amalia) saya berpamitan pulang karna waktu sudah tidak bisa dimundurkan lagi untuk berlama-lama disana. Waktu terasa cepat berjalan karna keasyikan ngobrol jadinya lupa waktu. Saatnya pulang menuju ke Bemo yang sudah menanti di parkiran bersama teman-teman sekelas saya yaitu XI Akuntasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar