Hari Jum’at, 15 November 2013 saya menghadiri pembukaan lomba
mading 2D 3D yang diikuti oleh seluruh perwakilan pelajar SMP, SMA/SMK
Negeri/Swasta se-Jawa Timur di Pakuwon Trade Centre (PTC). Melihat dari dekat hasil kreativitas masing-masing
pelajar, saya benar-benar merasa kagum. Karya-karya mereka pantas diacungkan
jempol. Baik pelajar putra maupun putri. Tahun ini Deteksi mau mengajak semua anak muda untuk bermain melalui lomba mading 2D dan 3D yang bertemakan “Lets Play”, dan pastinya semua permainan yang ada di sscc
ballroom pakuwon surabaya tidak kalah seru dengan permainan-permainan di luar
sana yang lebih mengunakan mesin terbaru, dan tentu saja memang hasil karya
anak bangsa.
Mading
yang unik, itulah yang saya incar untuk tugas Bahasa Indonesia kali ini,
Sekolah SMAN 1 Bojonegoro inilah target yang saya
wawancarai untuk ditelusuri lebih lanjut. Mereka beranggotakan 10 orang yaitu Amalia sebagai Ketua Jurnalis, Aya, Desi, Sely, Agatha, Bagas, Dwiky, Iam, Fajar dan Asep. Set Up Your Future merupakan judul mading 3D yang
digunakan oleh SMA 1 Bojonegoro. Mading mereka menggambarkan bagaimana meraih
masa depan yang cerah, artikel artikel yang membuat orang terinspirasi, serta
dekorasi mading yang mendukung untuk masa depan. Meskipun lokasi sekolah mereka
berada di daerah yang jauh dari kota Surabaya tempat diselenggarakannya
Deteksi-Con, tim mading SMA 1 Bojonegoro tetap semangat dan pantang menyerah.
Mading SMA 1 Bojonegoro tak hanya dikerjakan oleh
tim mading saja, namun mereka juga mendapat bantuan dari guru pendamping, OSIS,
bahkan hingga alumni. Mading yang berjudul Set Up Your Future itu berbentuk
balok besar, berwarna gelap. Disebelah kanan dan kiri pengunjung terdapat
tombol tombol terbuat dari mangkuk kecil yang didalamnya berisi lampu,
disamping tombol itu ada beberapa pertanyaan yang dibagi dalam 3 kotak, lalu
juga ada lampu berwarna putih. Dibawah lampu putih tersebut terdapat artikel
yang berisi masa depan, lalu di bagian depan pengunjung juga ada benda
berbentuk setengah bola bergambarkan bumi, yang dapat membuka dan menutup. Salah satu rintangan yang mereka hadapi
saat pengerjaan yaitu, masalah teknis. Mading yang mereka buat memiliki teknisi
yang cukup rumit. Pengeluaran untuk
mading tersebut berkisaran 5 juta rupiah dengan waktu penyelesaian selama 1
bulan mading tersebut 100% jadi. Kerjasama tim sangat dibutuhkan agar
mading yang mereka buat sesuai dengan rencana.
Cara bermain mading tersebut tidak terlalu sulit.
Pertama, pengunjung mengambil pertanyaan yang berada di kotak no 1, pilihan
jawabannya A dan B. Jika memilih jawaban A tekan tombol di sebelah kanan depan
pengunjung, jika memilih jawaban B tekan tombol di sebelah kiri depan
pengunjung. Setelah pertanyaan 1 selesai dijawab, lanjut ke pertanyaan ke 2,
lalu pertanyaan ke 3. Lalu dilanjutkan dengan menekan tombol yang ada di kanan
pengunjung, tekan sesuai dimana lampu menyala. Beberapa detik kemudian,
setengah bola dengan bergambarkan bumi akan memberikan kesimpulan dari
pertanyaan yang telah dijawab. Jika yang terbuka sisi kiri, akan terihat masa
depan yang cerah. Jika yang terbuka sisi kanan, akan terlihat masa depan yang
suram. Saya juga mencoba
memainkannya dan saya mendapat pertanyaan seperti “Bila anda ingin menulis Anda
lebih memilih memakai?”di jawabannya ada pilihan A. Pensil dan B. Bolpoin, saya
memilih “Bolpoin”, pertanyaan selanjutnya “apa yang anda ambil?” dijawabannya
ada pilihan A. Waktu dan B. Peluang, saya memilih “Peluang”, pertanyaan
terakhir “Apa yang anda lakukan sekarang dimasa depan?” di jawabannya ada
pilihan A. Menanti dan B. Berusaha. Diantara jawaban yang saya pilih hanya 2
yang benar, setelah itu Kak Fajar membuka setengah Bumi sebelah kiri dan itu
terlihat tulisan “Good Future” kata Kak Fajar ramalan dimasa depan saya
terlihat masa depan yang cerah. Seketika itu yang bersemangat untuk menyapa di
hari esok dan seterusnya. Permainan yang menyenangkan dan membuat orang
frustasi.
Rintangan
yang mereka hadapi saat pameran berlangsung yaitu penjagaan mading. Karena
mading yang mereka buat harus dijaga setiap hari agar mading itu aman, tim yang
menjaga mading harus rela untuk kost di daerah dekat PTC. Semua anggota tim
tidak ada yang bermasalah dan itu membuat pengerjaan mading menjadi lebih
lancar. Perjuangan yang telah mereka lakukan dapat menjadi pelajaran bagi
semua. Mulai dari pengerjaan, hingga saat pameran mading Deteksi Con yang
berlangsung tanggal 8-17 November 2013. Apapun masalah yang dihadapi, yang
terpenting adalah kerjasama tim, pantang menyerah, dan selalu semangat.
Setelah
berbincang-bincang banyak dengan salah satu murid SMAN 1 Bojonegoro (Amalia)
saya berpamitan pulang karna waktu sudah tidak bisa dimundurkan lagi untuk
berlama-lama disana. Waktu terasa cepat berjalan karna keasyikan ngobrol
jadinya lupa waktu. Saatnya pulang menuju ke Bemo yang sudah menanti di
parkiran bersama teman-teman sekelas saya yaitu XI Akuntasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar